Acara pembukaan Inacraft berlangsung di Assembly Hall 1 yang diawali oleh kesenian khas Sumatera Barat, tari piring dan tari payung. Kedatangan RI 2, Wakil Presiden, Jusuf Kalla beserta pejabat lainnya masuk ke area Opening Ceremony disambut dengan tarian adat Pasambahan siap menyambut mereka. Ikon INACRAFT tahun ini adalah provinsi Sumatera Barat dengan tema “The Splendour of Minangkabau”.

INACRAFT dibuka oleh laporanSekretaris Jenderal BPP ASEPHI Ir. Soegiarto mewakili Ketua Umum ASEPHI, yang menyampaikan, bahwa peserta INACRAFT terdiri dari para pengusaha kerajinan, Dinas, dan Dekranasda dan BUMN. Hal yang lebih istimewanya adalah peserta individu meningkat sebanyak 64% sementara BUMN 9% dan dari Dinas dan Dekranasda ada 27 %. Tahun ini, INACRAFT kembali mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center dalam rangka mengajak KBRI di luar negeri untuk mendatangkan misi dagang. Tak lupa, Soegiarto menambahkan bahwa tahun ini INACRAFT Award akan diselenggarakan dan akan diberikan penghargaan jika produk yang terpilih isitimewa dan marketable.

Selanjutnya, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla pun memberikan sambutannya. Menurut beliau untuk event tahun ini kerajinan tangan Indonesia harus dibuat multifungsi bukan hanya untuk keperluan saat pameran, namun produk tersebut dapat juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jusuf Kalla juga menambahkan produk kerajinan tangan Indonesia harus mengikuti tren yang ada sehingga tidak ketinggalan jaman dan tidak kalah bagus dari negara lain.

INACRAFT resmi dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, Sekjen ASEPHI Ir Soegiarto, Direktur Utama Mediatama Binakreasi Bramantyo, dan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno dengan prosesi pemukulan alat tradisional Sumatera Barat, Gandang Tambua.

Kemeriahan berlanjut di area ikon Sumatera Barat, setiap stan seolah berlomba memamerkan produk kerajinan tangan yang unik, kaya akan motif-motif, dan mencerminkan kekhasan kota-kota Minang.