Tulungagung kota Marmer. Istilah ini tepat untuk kota dengan penduduk ±1.500.000 jiwa yang dikelilingi dua kondisi alam yaitu gunung dan pesisir laut. Kondisi strategis ini menjadikan Tulungagung memiliki alam yang subur dan melahirkan tempat – tempat wisata menarik. Di sektor pegunungan ada wisata Pesanggarahan Argo Wilis, Perkebunan Teh Penampean, serta Bendungan Wonorejo. Lain halnya di wisata laut, kota ini menyuguhkan Pantai Sanggar, Pantai Ngalur , Pantai Coro , Pantai Lumbung dan , Pantai Pathok Gebang, Pantai Kedung Tumpang, dll.

Membahas soal kegiatan ekspor, wilayah yang kaya akan produksi tebu ini, ternyata masih menyimpan harta karun yang tidak pernah habis sepertinya, yaitu Marmer Onyx Tulungagung. Kota yang menjadi salah satu penghasil marmer terbesar di tanah air ini memiliki tempat khusus yang disebut Kampoeng Marmer di desa Basole dan desa Gamping dimana 90% masyarakatnya adalah perajin marmer onyx.

Growth-nya yang pelan tetapi pasti ini, membawa Tulungagung dikenal hingga kancah dunia. Ekspor terbesar dilakukan oleh perusahaan PT Dwi Tunggal Marmer Indah yang memproduksi marmer dengan tujuan negara Korea, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 57 persen dari total nilai ekspor. di Eropa pun khususnya Perancis dan Spanyol juga ikut merasakan marmer lahiran Tulungagung untuk dekorasi gedung, seperti tempat perbelanjaan dan hotel.NUG

Sumber : mediatamabinakreasi.com